WORKSHOP FORGIVENESS THERAPY

“Maaf” adalah kata yang mudah dan sering diucapkan oleh siapapun, akan tetapi takkala ada seseorang yang meminta maaf malah agak sulit menerimanya. Terbayang berbagai perlakuan yang tidak enak dengan jelas sekali, padahal peristiwanya sudah lama dan sudah bersalam-salaman dan saling rangkul.

Maka dalam memasuki bulan suci Ramadan 1439 H, Pusat Bahasa IAILM kembali mengadakan Workshop Forgiveness Therapy untuk tahun ketiga bersama pakarnya yang juga merupakan salah seorang dosen IAILM,yaitu Drs.H.Asep Haerul Gani, Psikolog.

Acara worshop yang berlangsung pada hari Kamis- Jumat, 10-11 Mei 2018 di Aula Tarminah Bakti ini, diikuti oleh sekitar 50 orang peserta dari kalangan mahasiswa, santri, para guru di lingkungan Yayasan Serba Bakti Suryalaya, dan umum.  Para peserta terlihat sangat antusias sekali, apalagi di hari kedua ketika mereka diberikan waktu untuk praktek langsung memaafkan.

Menurut Pak Asep inti forgiveness adalah memaafkan diri sendiri sehingga tidak menderita atau sakit hati dengan berbagai perlakuan orang lain yang kurang baik. Ketika kita tidak memaafkan, berarti kita akan terus membawa luka dan ketidaknyamanan kemanapun pergi. Ibarat kita terus membawa clurit, setiap terbayang peristiwa tersebut, langsung hati menjadi sakit dan terus-menerus tersayat. Maafkanlah diri anda agar bahagia karena ada kemungkinan mereka yang pernah melukai anda tidak pernah menyadari i kejadian itu menyakiti anda bahkan tidak pernah mengingatnya, padahal anda terus mengingatnya. Pangersa Abah Sepuh mengatakan “Kudu asih ka jelema nu mikangewa ka maneh”  (harus menyayangi orang yang membenci kita), awali oleh kita dan latih untuk menyayangi orang yang menyayangi kita dulu, agar mampu menyayangi orang yang membenci kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *